Senin, 09 Desember 2013

The Short Love Story

Cinta Sejati
Kehidupan ini adalah misteri yang dipenuhi dengan ketidakpastian. Semua itu sudah dipercayai sejak dulu oleh Bima. Bima adalah seorang lelaki yang dikenal pendiam, tertutup, dan kurang mau bergaul dengan orang lain yang tidak dia sukai. Di tengah – tengah keheningan malam, Bima selalu memikirkan sosok seorang wanita yang dipuja – pujanya selama ini. Aku mencintainya, tapi apakah dia juga mencintaiku?itu pertanyaan yang selalu ada dalam pikiran Bima. Rina itulah nama yang selalu Bima pikirkan selama ini. Rina adalah seorang wanita yang aktif, kreatif dan enerjik. Pada umumnya wanita seperti ini sangat mengagumkan bagi para lelaki khususnya bagi Bima. Itulah yang menyebabkan Bima jatuh hati padanya. Baginya, Rina adalah sosok wanita yang dia idam – idamkan selama ini. Tak satupun wanita yang dia kenal selama ini bisa menandingi Rina, mulai dari kepribadiannya, kesopanannya, keceriaannya, kelincahannya, dan masih banyak lagi kelebihan yang dimiliki Rina yang bisa membuat Bima terkesan.Apakah penilaianku selama ini memang benar benar salah? Jika salah, kenapa bisa salah?” Bima berkata dalam hatinya dan menganggap dirinya selalu tetap pada pendiriannya. Awalnya Bima tidak pernah berpikir jika dia akan tertarik dengan wanita seperti Rina, menurutnya wanita seperti Rina itu pastilah orangnya membosankan dan tidak mengasyikkan. Dan itu adalah kesalahan terbesar Bima, karena dia terlalu cepat menilai orang dari penampilan luarnya. Bima belum sadar akan kesalahannya tersebut. Setelah beberapa lama Bima mengenal Rina, Bima mulai tahu kepribadian Rina yang sebenarnya. “ Ternyata penilaianku selama benar – benar salah dan ternyata penampilan orang itu bisa menipu orang yang melihatnya” akhirnya Bima bisa menjawab pertanyaannya dan tahu akan kesalahan dari penilaiannya. Meskipun Rina tidak terlalu cantik tapi dia bisa membuat orang di sekitarnya terkesan kepadanya. Dari sinilah mulai tumbuh benih – benih cinta di hati Bima.” Inikah yang dinamakan dengan cinta?” Bima menjadi penasaran dengan perasaan hatinya itu.  Tanpa sepengetahuan Bima, ternyata Rina juga mengalami hal yang sama seperti halnya Bima yaitu tumbuhnya benih – benih cinta di hatinya. Akan tetapi Rina tidak bisa mengungkapkan perasaannya itu karena Rina sebelumnya sudah mempunyai seorang kekasih. Dan ada satu hal lagi penyebab Rina tidak bisa mengungkapkan perasaanya itu, yaitu dia tidak bisa menghianati teman baiknya yang merupakan mantan pacar dari Bima. Dia tidak bisa berhianat karena kedatangan orang baru di dalam kehidupannya. Apa yang harus aku perbuat? Apa aku harus menyatakan cintaku padanya? Terus bagaimana dengan orang – orang di sekitarku yang tidak merestui hubunganku? Apakah aku harus meninggalkan mereka karena keputusanku ini?Rina kebingungan harus berbuat apa, dan akhirnya dia memutuskan untuk mengubur perasaannya itu dalam – dalam.

Hingga pada suatu hari, Bima sudah tidak bisa lagi membendung rasa cintanya itu dan dia pun menyatakan cintanya terlebih dahulu kepada Rina. Awalnya Rina tidak percaya akan pernyataan dari Bima tersebut, karena sepengetahuan Rina, Bima itu orangnya suka ngawur dengan pembicaraannya. Hal ini jelas membuat Rina terkejut dan tidak mempercayai apa yang telah didengarnya. Tapi Rina tidak mau salah tindakan. Setelah Rina mempertimbangkan terlebih dahulu apa konsekuensinya jika dia menerima cintanya Bima, akhirnya Rina pun berkata “Maafin aku Bim aku gak bisa ngebales cintamu, jujur aku juga cinta ama kamu tapi aku gak bisa ngehianatin orang – orang yang ada di sekitarku. Aku sudah punya pacar dan temanku juga adalah mantanmu. Aku gak bisa ngehianatin mereka. Aku minta maaf yang sebesar – besarnya atas semua keputusanku ini. Maafin aku, aku gak bisa ngebales cintamu. Mungkin kita memang belum jodoh di kehidupan sekarang ini dan lebih baik kita menjadi teman seperti biasanya aja agar tidak terjadi sebuah pertentangan bathin nantinya” itu jawaban yang dapat Rina berikan kepada Bima. Namun syukurlah Bima bisa menerima jawaban tersebut dengan lapang dada. Bima menganggap semua hal tersebut merupakan realita dari warna – warni hidup. “Hidup memang rumit jadi gak perlu di rumit – rumitin lagi” pikir Bima kembali pada prinsip awalnya kalau di dunia ini tidak ada hal yang bisa membuatnya bersedih. “Semuanya akan baik – baik saja jika aku tidak terlalu mempermasalahkannya” itu isi prinsip Bima.  Akan tetapi prinsipnya itu tidak berguna saat pikirannya kacau. “Kenapa aku harus mencintai orang yang tidak seharusnya aku cintai? Mungkinkah ini karma yang ku dapatkan karena aku pernah menyakiti hati beberapa orang wanita karna cinta?” Bima mulai menyalahkan dirinya sendiri. Bima terus mencari cara untuk melupakan Rina, namun semua itu sia – sia. Akhirnya dengan pernyataan dari Rina yang membuat Rina sampai harus meneteskan air mata untuk mengatakannya, Bima baru bisa sadar dan tenang. “Aku benar – benar sayang ama kamu Bim, jangan kamu gituin dirimu hanya karena aku. Aku benar – benar malu dengan diriku sendiri karena sudah berpaling” Rina berkata sambil menangis. Dengan semua itu akhirnya Bima tahu diri dan memilih untuk mundur demi kebahagiaan Rina dengan pacarnya”. Tetapi sebelumnya mereka membuat suatu kesepakatan agar semua itu tidak diketahui oleh teman Rina sekaligus mantan pacarnya Bima. “Biarkan cuma kita berdua yang tahu hal ini, jangan sampai orang lain tahu supaya tidak terjadi sesuatu yang lebih besar lagi” itulah kesepakatan mereka berdua. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menjalani kehidupan mereka masing – masing seperti sebelumnya. Dengan menyatukan sebuah janji yang akan selalu mereka ingat “Cintamu ada di dalam hatiku, kamu cinta padaku dan akupun juga begitu, cinta kita ini kan abadi meski tidak bersama sebagai kekasih di dunia ini.” 

SEKIAN